Zakat Maal
Maal berasal dari kata bahasa Arab artinya harta atau kekayaan (al-amwal, jamak dari kata maal) adalah “segala hal yang diinginkan manusia untuk disimpan dan dimiliki” (Lisan ul-Arab). Menurut Islam sendiri, harta merupakan sesuatu yang boleh atau dapat dimiliki dan digunakan (dimanfaatkan) sesuai kebutuhannya. Oleh karena itu dalam pengertiannya, zakat maal berarti zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat maal terdiri atas simpanan kekayaan seperti uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, aset perdagangan, hasil barang tambang atau hasil laut, hasil sewa aset dan lain sebagainya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam kitabnya Fiqh uz-Zakah, zakat maal meliputi: 1. Zakat simpanan emas, perak, dan barang berharga lainnya; 2. Zakat atas aset perdagangan; 3. Zakat atas hewan ternak; 4. Zakat atas hasil pertanian; 5. Zakat atas hasil olahan tanaman dan hewan; 6. Zakat atas hasil tambang dan tangkapan laut; 7. Zakat atas hasil penyewaan asset; 8. Zakat atas hasil jasa profesi; 9. Zakat atas hasil saham dan obligasi. Syarat harta yang terkena kewajiban zakat maal: 1. Kepemilikan penuh 2. Harta halal dan diperoleh secara halal 3. Harta yang dapat berkembang atau diproduktifkan (dimanfaatkan) 4. Mencukupi nishab 5. Bebas dari hutang 6. Mencapai haul 7. Atau dapat ditunaikan saat panen Kepada siapa zakat itu diberikan? Zakat diberikan kepada mereka yang disebut sebagai mustahik. Mustahik zakat terbagi menjadi 8 golongan, yakni: • Fakir Orang yang tidak mempunyai harta atau sumber pendapatan untuk menampung keperluan asas harian. Mereka hidup dalam kesusahan dan memerlukan bantuan segera untuk kelangsungan hidup. • Miskin Orang yang mempunyai sedikit harta atau pendapatan tetapi tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan asas. Berbeza dengan fakir, miskin masih mempunyai sedikit rezeki tetapi tetap memerlukan sokongan. • Amil Individu yang dilantik untuk mengurus, mengumpul, dan menyalurkan zakat. Mereka bertanggungjawab memastikan zakat sampai kepada golongan yang berhak. • Muallaf Orang yang baru memeluk Islam. Zakat diberikan untuk mengukuhkan iman mereka dan membantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan Islam. • Riqab Golongan hamba sahaya atau budak yang ingin memerdekakan diri. Zakat digunakan untuk membebaskan mereka daripada perhambaan atau membantu pendidikan anak-anak mereka. • Gharimin Orang yang berhutang untuk menampung keperluan asas atau untuk tujuan kebaikan umum tetapi tidak mampu membayar hutang tersebut. Zakat membantu mereka melunaskan hutang dan menampung keperluan hidup. • Fisabilillah Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk aktiviti dakwah, pembangunan masjid, pendidikan Islam, dan program kemasyarakatan yang membawa kebaikan kepada umat Islam. • Ibnu Sabil Orang yang kehabisan bekal semasa dalam perjalanan jauh. Zakat diberikan untuk membantu mereka meneruskan perjalanan atau menampung keperluan sementara Bagaimana Cara Menghitung Zakat Maal? Secara umum, zakat maal dikeluarkan berdasarkan harta yang telah mencapai nisab dengan waktu kepemilikan (haul) selama 1 tahun atau 12 bulan. Ukuran nisab zakat maal yaitu 85 gram atau senilai Rp244.630.000,00 apabila nilai harga emas per gram saat ini Rp2.878.000,00 (Update per tanggal 17 Februari 2026) Jadi ketika total harta Bapak/Ibu telah mencapai minimal nominal Rp244.630.000,00 yang bertahan selama 1 tahun, maka Anda telah wajib mengeluarkan zakat maal. Besaran zakat maal yang wajib dikeluarkan adalah 2.5% dari total nilai harta. Zakat Maal Zakat yang dikeluarkan individu maupun lembaga atas harta/penghasilan yang diperolehnya dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan Kalkulator Zakat Maal Harta dalam bentuk tabungan/giro/deposito* Harta dalam bentuk logam mulia Harta dalam bentuk surat berharga Surat Berharga antara lain nilai tunai dari Reksadana, Saham, Obligasi, Unit Link, dll. Harta dalam bentuk properti Rumah (properti) yang digunakan sehari-hari, TIDAK DIKENAKAN ZAKAT. Harta dalam bentuk kendaraan Kendaraan yang digunakan sehari-hari, TIDAK DIKENAKAN ZAKAT. Harta dalam bentuk koleksi seni & barang antik Nilai Koleksi dapat ditaksir sendiri, bila dimungkinkan dapat dibantu kurator seni. Harta dalam bentuk stok barang dagangan Contoh bagi pedagang yang harus melunasi cicilan hutang atas barang yang diperdagangkan. Harta dalam bentuk lainnya Harta dalam bentuk piutang lancar Jumlah Harta Hutang jatuh tempo saat membayar kewajiban zakat Jumlah harta yang dihitung zakatnya Masukan harga emas saat ini (dalam gram)* Besar nisab zakat maal per tahun Apakah saya wajib membayar zakat maal? Jumlah yang saya harus bayar per tahun Niat Zakat Maal نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ مَالِي فَرْضًالِلهِ تَعَالَى “Nawaitu an ukhrija zakata maali fardha llillahi ta’aala” Saya berniat mengeluarkan zakat harta milikku karena Allah Ta’ala
Target Dana
Rp 10.000.000
Terkumpul
Rp 0
Progress
0%